Gangguan Mental yang Minim Perhatian di Mata Masyarakat

BERKAHPOKER Antara 76 hingga 85 persen orang yang memiliki gangguan mental di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak mendapatkan pengobatan. Padahal, selayaknya penyakit fisik, gangguan mental juga perlu ditangani dengan serius.

Selain tindakan medis, perhatian dan dukungan sosial juga sangat penting untuk dapat mengobati gangguan mental. Berikut ini di antaranya gangguan mental yang minim perhatian di mata masyarakat, ketahui faktanya agar tidak lagi menganggapnya sepele.

1. Anoreksia

Anoreksia adalah gangguan mental, juga termasuk salah satu jenis gangguan makan, kondisi saat penderitanya memiliki ketakutan besar menjadi gemuk. Penderita anoreksia selalu merasa kelebihan berat badan meskipun pada kenyataannya tubuh mereka sangat kurus.

Pembatasan asupan makanan yang dilakukan penderita anoreksia akan menimbulkan dampak buruk bagi tubuh. Mulai dari dehidrasi, periode menstruasi berhenti, otot semakin melemah, pengeroposan tulang, detak jantung yang kurang dari normal, hingga kematian.

2. Autisme

Ada dua sudut pandang terkait autisme. Satu, menganggap autisme merupakan gangguan mental. Sedangkan lainnya beranggapan bahwa, autisme bukanlah gangguan mental, melainkan gangguan perkembangan saraf.

Perundungan yang dialami ini dapat menyebabkan perasaan rendah diri, menurunnya prestasi, gangguan emosional, kecemasan, dan trauma yang bisa jadi terus terbawa hingga dewasa.

3. PTSD

Perselingkuhan pasangan membuat kekacauan emosi juga fisik. Trauma pada pasangan yang menjadi korban perselingkuhan ini disebut dengan post-infidelity stress disorder atau PISD. AGEN POKER TERPERCAYA

Meskipun perselingkuhan bukan hal yang mengancam jiwa, faktanya, mereka yang mengalami perselingkuhan menunjukkan gejala serupa dengan PTSD yang dialami oleh para veteran perang maupun penyintas kecelakaan mobil.

4. Bipolar

Bipolar adalah gangguan mental yang berulang dalam sebuah siklus. Seperti bandul jam, orang dengan bipolar berayun dari satu suasana hati yang ekstrem ke suasana hati ekstrem lainnya, atau dikenal dengan sebutan mania dan depresif.

Kurangnya pemahaman terkait gangguan bipolar akan menghambat pengidapnya untuk menerima pengobatan yang tepat dan dapat memunculkan stigma negatif.

5. Alzheimer

Alzheimer memang bukan termasuk dalam gangguan mental. Ini adalah penyakit neurologis-progresif yang merusak sel-sel otak sehingga membuat pengidapnya mengalami penurunan fungsi mental.

Pikun yang menjadi tanda alzheimer acap kali disalahartikan sebagai hal lumrah dari penuaan. Penting dipahami bahwa alzheimer tidak dapat dinormalisasi sebagai bagian dari penuaan, meskipun mayoritas penderita alzheimer berada pada rentang usia 65 tahun ke atas. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *