Beberapa Jenis Penyakit yang Menyerang Saluran Pencernaan

BERKAHPOKER Penyakit yang menyerang saluran cerna ada banyak macamnya. Salah satunya adalah inflammatory bowel disease (IBD) atau radang usus.

Ini adalah penyakit inflamasi kronis saluran cerna akibat kombinasi kerentanan genetik, paparan lingkungan, serta disregulasi respons imun terhadap mikrobiota usus. Jangan anggap remeh, sebab IBD bisa menurunkan kualitas hidup!

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, PT. Takeda Indonesia menghadirkan Prof. dr. Aziz Rani, Sp.PD-KGEH, Ketua Pengurus Yayasan Gastroenterologi Indonesia (YGI), dan Prof. dr. Marcellus Simadibrata, Ph.D, Sp.PD, KGEH, FACG, FASGE, Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Gastroenterologi Hepatologi RSCM-FKUI, sebagai narasumber dalam “World IBD Day 2021: Hidup Berdamai dengan IBD, Penyakit Autoimun di Usus.

1. IBD dibagi jadi dua, yakni kolitis ulseratif dan penyakit Crohn

Sebelum beranjak lebih jauh, ketahui hal-hal mendasar terlebih dahulu. Penyakit radang usus atau IBD merupakan penyakit inflamasi kronis saluran cerna akibat kombinasi kerentanan genetik, paparan lingkungan, dan disregulasi respons imun terhadap mikrobiota usus.

IBD dibedakan atas dua entitas utama, yaitu kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Apa perbedaan di antara keduanya?

Penyakit Crohn bisa terjadi pada seluruh bagian saluran cerna (dari mulut hingga anus). Namun, paling sering terjadi pada bagian usus halus sebelum masuk ke usus besar. Sementara itu, kolitis ulseratif hanya menyerang usus besar dan rektum.

2. Kasus IBD di Indonesia termasuk rendah, tetapi terus meningkat

Bila dibandingkan dengan negara-negara lain, kasus IBD di Indonesia tergolong rendah. Contohnya, kasus IBD di Australia adalah 23,67 orang per 100.000 penduduk, sedangkan di Indonesia hanya 0,77 orang per 100.000 penduduk.

Dalam penelitian yang sama, disebutkan bahwa konsumsi produk hewani dikaitkan dengan penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Sebaliknya, konsumsi buah dan sayur dihubungkan dengan insiden yang lebih rendah.

3. Gejala paling umum adalah nyeri perut, diare kronis, dan BAB berdarah

Menurut Prof. Marcellus, gejala umum penyakit Crohn adalah diare yang persisten atau berulang, sakit perut, kelelahan, demam, penurunan berat badan, hingga kehilangan darah di usus. Terkadang, terjadi kembung dan sembelit. AGEN POKER TERPERCAYA

Perbedaan lainnya, jika dilihat dengan teropong (kolonoskopi), terlihat benjolan-benjolan kecil di dinding usus pada pengidap penyakit Crohn, sedangkan pengidap kolitis ulseratif memiliki luka di usus.

4. Meningkatkan risiko malnutrisi

Ternyata, kolitis ulseratif dan penyakit Crohn bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk mencerna makanan dengan baik dan menyerap nutrisi. Ini bisa mengarah ke kekurangan vitamin yang serius dan malnutrisi!

5. Bagaimana cara mengatasi IBD?

Prof. Marcellus mengatakan bahwa secara umum, manajemen pengobatan IBD ada tiga, yaitu farmakologik (dengan obat-obatan), non-farmakologik (dengan nutrisi cukup, edukasi, dan perbaikan keadaan umum), serta pembedahan.

Prinsip pengobatan IBD adalah fokus untuk mengurangi gejala. Penanganan mengikuti pendekatan bertahap, mulai dari obat-obatan hingga pembedahan pada kasus yang berat.

Yang perlu diingat, pengobatan yang efektif untuk IBD bisa meningkatkan kualitas hidup dan mengembalikannya ke tingkat normal atau mendekati normal. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *