Gangguan Pendengaran yang Tidak Di Tangani Dapat Memengaruhi Kesehatan Kognitif

BERKAHPOKER Mendengarkan musik dilakukan banyak orang agar mendapatkan ketenangan. Entah saat sendirian, di kendaraan umum, atau saat bekerja, beberapa orang mendengarkan musik untuk tetap menjaga konsentrasi dari bisingnya dunia. Beberapa penelitian juga mengungkapkan manfaat mendengarkan musik untuk jasmani dan rohani.

Akan tetapi, dari situ muncul masalah baru, yaitu mendengarkan musik terlalu lama dengan volume yang terlalu nyaring. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), 50 persen populasi berusia 12-35 tahun berada dalam bayang-bayang risiko gangguan pendengaran karena kebiasaan mendengarkan lagu lewat headphone terlalu lama dan nyaring.

Penurunan kualitas pendengaran bukanlah masalah usia saja!

Dalam pertemuan Meeting of the Acoustical Society of America ke-180 pada Juni 2021, para pakar audio dan kesehatan telinga berbicara tentang bahaya mendengarkan headphone terlalu lama. Hal tersebut disampaikan dalam sesi bertajuk, “Personal audio system use can harm auditory health” pada 10 Juni.

Komunitas medis dan audiologi serta masyarakat umum tidak mengerti bahwa gangguan pendengaran yang signifikan bukanlah bagian dari penuaan pada umumnya, tetapi sebagian besar disebabkan oleh kebisingan, papar dr. Fink.

Selain itu, dr. Fink mengibaratkan gangguan pendengaran di usia tua dengan keriput. Bagi beberapa orang, keriput adalah hal manusiawi yang terjadi di usia tua. Padahal, keriput juga lebih banyak disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet (UV).

Colok kuping dengan headphone terus? Bisa rusak kupingnya!

Dalam sesinya, dr. Fink juga mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai disiplin ilmu mengenai bahaya mendengarkan headphone terlalu lama. Aktivitas mendengarkan musik terlalu lama dengan headphone sering kali terlihat pada kawula muda.

Kesimpulan utamanya adalah aktivitas tersebut dapat merusak pendengaran. Mungkin tidak terlihat dalam waktu dekat. Namun, pada usia 40-an, dr. Fink memperingatkan bahwa kualitas pendengaran mereka sama saja seperti kelompok manula di umur 70 dan 80-an. AGEN POKER TERPERCAYA

Gangguan pendengaran yang tidak ditangani dapat memengaruhi kesehatan kognitif!

Menurut sebuah studi di Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network tahun 2011, mereka yang memiliki gangguan pendengaran terpapar pada risiko demensia yang lebih besar.

Tidak langsung terlihat, Carson menjelaskan bahwa gangguan pendengaran akibat kebisingan terakumulasi perlahan. Seiring waktu, ditambah dengan kebiasaan mengabaikan kesehatan pendengaran, maka kualitas pendengaran pun menurun.

Ada berbagai cara untuk menjaga kesehatan telinga. Untuk mengusir kebisingan pun tidak perlu pakai headphone yang terlalu bising. Ingat untuk selalu jaga kesehatan pendengaran! AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *