Fakta Seputar Sleep Related Eating Berdasarkan Hasil Studi Ilmiah

BERKAHPOKER Tahukah kamu kalau ada orang yang makan dalam keadaan tertidur? Atau apakah kamu pernah mengalaminya? Kondisi ini memang nyata dan ternyata ini masuk ke dalam jenis gangguan, yaitu sleep-related eating disorder (SRED) atau gangguan makan yang berhubungan dengan tidur.

Dilansir Mayo Clinic, SRED merupakan suatu bentuk parasomnia (aktivitas atau perilaku abnormal yang terjadi saat jatuh tertidur, sedang tidur, atau bangun) yang melibatkan episode sering dari perilaku makan dan minum yang tidak terkendali saat dalam keadaan tidur.

Lantas, apakah gangguan ini berbahaya? Kemungkinan iya. Ini karena SRED bisa melukai diri sendiri saat menyiapkan makanan atau makan makanan yang tidak bisa dimakan atau beracun.

1. SRED pertama kali dideskripsikan oleh Schenck dkk., pada tahun 1991

Berdasakan artikel ilmiah yang ditulis oleh Ho dkk., tahun 2020 yang diterbitkan di jurnal Sleep Medicine: X, dikatakan bahwa SRED pertama kali dideskripsikan oleh Schenck dkk., pada tahun 1991 dalam jurnal Sleep. Hal ini berdasarkan hasil pengamatan Schenk dkk., untuk pertama kalinya saat di klinik gangguan tidur.

2. SRED cenderung muncul pertama kali pada masa dewasa awal

Dalam artikelnya yang diterbitkan di jurnal General Hospital Psychiatry tahun 2020, Copra dkk., menuliskan bahwa SRED cenderung muncul pertama kali pada masa dewasa awal dan sering terjadi pada orang dengan episode sleepwalking (SW) sebelumnya atau saat ini.

Hal ini selaras dengan hasil studi Komada dkk., yang telah diterbitkan di jurnal Neuropsychiatric Disease and Treatment tahun 2016. Hasil studinya menunjukkan bahwa SRED primer didominasi perempuan, dan usia timbulnya gangguan terkonsentrasi pada awal masa dewasa, dari pertengahan 20-an hingga pertengahan 30-an.

3. Pasien SRED tidak ingat peristiwa yang dialaminya selama episode berlangsung

Suvincer dan Sayar melakukan studi terkait SRED dan diterbitkan di jurnal Obesity Research & Clinical Practice tahun 2016. Studi kasus yang mereka teliti adalah seorang perempuan berusia 36 tahun dan telah menikah. Perempuan tersebut menceritakan bahwa pada pagi hari ia terbangun dengan rasa makanan di mulutnya dan menemukan remah-remah makanan di bantalnya. Ia tidak ingat dirinya bangun dan makan. AGEN POKER TERPERCAYA

4. Ada hubungan antara SRED dan masalah perilaku makan pada siang hari

Secara keseluruhan, hasilnya menunjukkan bahwa pasien SRED memiliki spesialisasi perilaku sleepwalking ke arah SRE, karena mereka lebih rentan daripada kelompok lain terhadap masalah perilaku makan di siang hari, baik di masa kanak-kanak ataupun dewasa mereka.

5. SRED sering dikaitkan dengan gangguan tidur dan komorbiditas psikiatri

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Santin dkk., yang dalam jurnal Sleep Medicine tahun 2014, ditemukan bahwa pasien SRED secara demografis dan klinis paling sering berkaitan dengan gangguan tidur seperti insomnia (mengalami kesulitan untuk tertidur atau tetap tertidur), sindrom kaki gelisah atau restless legs syndrome (gangguan sistem saraf yang menyebabkan menyebabkan sensasi yang tidak menyenangkan atau tidak nyaman di kaki dan dorongan yang tak tertahankan untuk menggerakkannya), serta komorbiditas psikiatri seperti depresi. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *